

Billy Arman adalah seorang pekerja keras, dari kecil beliau sudah merasakan kerasnya dunia. Pribadinya yang kuat dan pantang menyerah membuatnya sukses seperti sekarang ini. Lahir di Pontianak pada tanggal 10 September 1965 dengan nama Ek-an.
Hidup Ek-an kecil tidak lah mudah, Beliau harus mengenal dunia kerja sejak usia dini. Mulai dari penyungkil buah kelapa, penyadap pohon karet, pedagang asongan, jualan roti sampai jadi kuli bangunan pun beliau pernah merasakan nya. Menjadi orang yang sukses dan berguna bagi orang lain adalah cita2 beliau dan itu terwujud karena kerja keras nya.
Penyadap Karet Menapak Istana


Selama puluhan tahun, langkah kaki saya lebih akrab dengan lantai marmer dan koridor-koridor hening di pusat kekuasaan, Istana Kepresidenan. Sebagai seorang abdi negara, saya menjadi saksi sebuah paradoks yang menyakitkan: negeri kaya minyak yang pernah menjadi anggota terhormat OPEC, kini harus menanggung beban impor dengan menguras devisa hingga ratusan juta dolar setiap hari. Angka-angka fantastis itu bukan lagi sekadar data di atas kertas, melainkan bisikan konstan yang menggema di benak saya, sebuah kegelisahan yang terus membayangi.
Membangunkan Raksasa Tidur


几十年来,我的脚步更熟悉权力中心的总统府大理石地板和寂静的走廊。作为一名公务员,我目睹了一个痛苦的矛盾:这个曾经是欧佩克荣誉成员国的石油富国,如今却不得不每天耗资数亿美元进口物资,掏空外汇储备。那些惊人的数字不再只是纸面上的数据,而是不断在我脑海中回响的低语,一种持续的焦虑萦绕心头。